Image

Tugas AIK 1

MAKALAH PRESENTASI

Menggunakan Pakaian Syar’i Sesuai Tuntunan Islam

DISUSUN OLEH

Widya Kesumadewi

PBI-B

20120550085

 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Fakultas Pendidikan Bahasa

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Pendahuluan

Puji syukur kehadirat Allah S.W.T.sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah akidah dengan judul Menggunakan Pakaian Syar’i Sesuai Tuntunan Islam. Dalam makalah ini kami menyusunnya dengan sistematika sebagai barikut :

  1. Latar belakang masalah
  2. Rumusan masalah
  3. Pemecahan masalah
  4. Kesimpulan

Adapun poin pertama menjelaskan tentang hal-hal yang menjadi topic penulisan disertai dengan sudut pandang penulis terhadap suatu permasalahan.Poin kedua menjelaskan tentang pokok-pokok permasalahan yang menjadi konsentrasi penulisan.Poin ketiga adalah penyelesaian masalah berdasarkan sudut pandang penulis.Poin keempat adalah penutup yang berupa kesimpulan yang diharapkan dapat mampu membantu memberikan tutunan kepada pembaca.

Penulis sadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran akan membantu dalam perbaikan selanjutnya.

Penyusun

Widya Kesumadewi

Pbi-B

Latar Belakang Masalah

Dewasa ini sering kita temui remaja-remaja putri yang menggunakan hijab tubuh yang sebenarnya keluar dari syariat islam. Seperti mengenakan pakaian ketat, berbahan tipis dan transparan.Begitupun dengan kerudung yang pendek dan tidak menutupi bagian tubuh lainnya yang menjadi aurat.

Pada zaman nabi, hijab yang tidak benar menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan.Namun pada masa kini, perubahan telah berbalik.Tak jarang pengguna hijab yang besar dikatakan teroris dan menakutkan. Perubahan yang terjadi dimasyarakat ini menyebabkan pergeseran pemahaman yang besar tentang pentingnya berhijab yang syar’I sesuai dengan ketentuan islam.

Berkaca pada kebudayaan timur tengah yang masih memegang teguh syariat islam, kita dapat mempelajari satu-persatu habitual mereka. Khususnya dalam hal menggunakan hijab syar’i.hijab yang syar’I tidak hanya memenuhi kewajiban kita sebagai umat islam tetapi juga bermanfaat dalam beberapa hal.

Itu dapat menjadi satu pelajaran bagi kita bagaimana berpaakian yang tidak hanya menutup aurat namun juga sesuai dengan fitrah manusia. Berhijab yang benar bias dikatakan sebai bagian dari proses menjadi muslim yang ber- Amar ma’ruf nahi munkar.

Dengan tidak mengesampingkan kenyamanan pengguna, berhijab syar’I juga perlu penataan yang baik dan tidak sembarangan.Hal ini menjadi koreksi untuk membiasakan diri menghadapi komentar dari luar tentang cara berpakaian kita yang tidak menggangu pandangan.

Perlu adanya beberapa teknik khusus untuk mewujudkan penggunaan hijab tersebut. Banyak hal yang dapt diperoleh dari berhijab syar,i. Mulai dari keamanan, kenyamanan, serta beberapa alas an lainny yang akan diperjelas dibagian ketiga makalah ini.

Rumusan Masalah

  1. Mengapa perlu berhijab sesuai tuntunan islam
  1. Apa saja aturan menggunakan hijab yang baik dan benar
  1. Mengapa tuntunan berhijab dsering diabaikan oleh penggunanya, khususnya kaum hawa.
  1. Bagaimana cara membiasakan diri menggunakan hijab yang sesuai tuntunan islam
  1. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan saat berpakaian.

Pemecahan Masalah

  1. 1.         Mengapa perlu berhijab sesuai tuntunan islam

Menutup aurat adalah kewajiban bagi seluruh umat islam baik laki-laki maupun perempuan. Tentang menutup aurat ini adalah langsung perintah dari Allah SWT selaku penguasa langit dan bumi. Jika saja permasalahan menutup aurat diserahkan kepada manusia, niscaya akan terjadi kerusakan demi kerusakan yang timbul karena kemauan individu yang selalu tidak terbatas.

Namun dengan hanya menutup aurat, akankah itu cukup ?

Kita juga harus memperhatikan juga detail-detainya.Jangan sampai kita berpakaian seperti orang yang tidak berpakaian.Allah Ta’ala berfirman :

وَقُلْلِلْمُؤْمِنَاتِيَغْضُضْنَمِنْأَبْصَارِهِنَّوَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّوَلَايُبْدِينَزِينَتَهُنَّإِلَّامَاظَهَرَمِنْهَاوَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّعَلَىجُيُوبِهِنَّ

Maksudnya : Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangan mereka   dan memelihara kemaluan mereka, danjanganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanyaDan hendaklah mereka menutup kain tudung ke dadanya… (al-Nuur : 31)

Dari sini kita dapat menyadari hendaknya berhijab dengan benar adalah suatu perintah. Bukan hanya kesadaran antara  mau dan tidak mau. Berhijabpun tidak cukup hanya berhijab. Kita perlu memperhatikan dasar-dasar menggunakannya yang sesuai syari’at islam.

  1. 2.         Apa saja aturan menggunakan hijab yang baik dan benar

Ada beberapa hal pokok yang bias menjadi dasar kita berhijab. Saya akan menjelaskannya dalam form sebagai berikut :

1)      Berpakaian tidak ketat

Berpakaian tidak hanya sebagai formalitas namun juga memperhatikan efisiensi.Berpakaian terlalu ketat tidak hanya tidak nyaman untuk tubuh namun juga memperlihatkan lekuk tubuh yang tidak seharusnya terlihat. Ini menjelaskan seolah-olah berpakaian atau tidak adalah sama saja.

Dalam sebuah hadis dari Ibn Usamah bin Zaid dari bapanya, beliau berkata : ‘Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam memakaikan akuqubtiyyah (sejenis pakaian dari Mesir yang nipis berwarna putih)  yang tebal, yang dihadiahkan oleh Dihyah al-Kalbi. Lalu aku memakaikannya pada isteriku. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata kepadaku : ‘Mengapa kamu tidak memakai qubtiyyah?’ Aku berkata : ‘Wahai Rasulullah, aku telah memakaikannya pada isteriku’. Baginda shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata : ‘Pergilah kepadanya dan suruhlah dia memakai ghilalah di bawahnya, sesungguhnya aku takut ia akan menampakkan susuk tubuhnya

2)      Tidak berbahan tipis

Hal ini dapat membantu kita  dari gerakan kain yang tidak dapat diperkirakan. Seperti bersenggolan dengan teman atau tertiup angin.pakaian yang berbahan tidak tipis dapat membantu kita lebih leluasa dalam bergerak dan melakukan berbagai aktifitas.

hendaklah pakaian itu tebal dan tidak nipis. Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata : ‘Dua golongan dari ahli neraka yang tidak pernah aku lihat : satu kaum yang mempunyai cemeti seperti ekor lembu, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita yang berpakaian tetapi bertelanjang, mereka jauh dari ketaatan kepada Allah serta mengajar yang lain tentang perbuatan mereka (tidak menutup aurat), kepala mereka seperti bonggol unta, mereka ini tidak masuk syurga dan tidak mencium bau syurga  (dikutip dari Kewajipan Menutup Aurat

May 5, 2010 by ilidalila

Ditulis oleh : Ummu Abdillah)

3)      Tidak transparan

Penggunaan baju yang transparan bukanlah penggunaan yang sesuai syariat islam. Jika ada pakaian yang seperti itu, hanya akan mengatakan bahwa menggunakan baju atau tidak adalah sama. Ini kemudian menjadi pemicu mengapa seorang gadis yang merasa telah berhijab, tetap tidak dapat menjaga diri dari kejahatan-kejahatan dari luar.

4)      Menutup bagian depan tubuh

Penggunaan jilbab modern saat ini sering mengedepankan kecantikan dan kerumitan.Sering tidak memperhatikan efisiensinya seperti kenyamanan dan kebaikan jilbab itu sendiri. Menggunakan jilbab yang dapat menutup bagia depan tubuh menjadi hal yang jarang kita temui. Padahal itu juga merupakan bagian dari berhijab sesuai tuntuna islam.

Allah Ta’ala berfirman :

يَاأَيُّهَاالنَّبِيُّقُلْلِأَزْوَاجِكَوَبَنَاتِكَوَنِسَاءِالْمُؤْمِنِينَيُدْنِينَعَلَيْهِنَّمِنْجَلَابِيبِهِنَّذَلِكَأَدْنَىأَنْيُعْرَفْنَفَلَايُؤْذَيْنَوَكَانَاللَّهُغَفُورًارَحِيمًا

Maksudnya : Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin : “Hendaklah mereka menghulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu.Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Ahzab : 59)

  1. 3.                   Mengapa tuntunan berhijab sering diabaikan oleh penggunanya, khususnya kaum hawa.

Ada pandangan bahwa menggunakan pakaian sudah cukup menutupi.Juga tentang pergeseran budaya yang semakin pesat menjadikan tuntunan berhijab menjadi banyak terabaikan.Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya lokal menjadi salah satu alasannya.

Bagaimanapun kita tetap dapat memisahkan kebudayaan tersebut jika memang kita bersungguh-sungguh mewujudkannya.Tidak banyak yang harus kita lakukan, namun menjadi suatu yang sulit direalisasikan jika kita berhijab sambil berkaca pada pengaruh asing.

  1. 4.                   Bagaimana cara membiasakan diri menggunakan hijab yang sesuai tuntunan islam

Bagaimana cara membiasakan diri adalah dengan membiasakan diri. Jangan terpaku pada alas an klasik bahwa kita belum siap berhijab syar’i. Pemaksaan yang timbul dari dalam diri sendiri adalah kunci utama. Dengan mengabaikan ketidak siapan diri menahan gerahnya berhijab syar’I, akan mengajarkan kita tidak hanya santun dalam berpakaian namun juga sabar dalam menghadapi tekanan menggunakan hijab syar’i.

  1. 5.                   Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan saat berpakaian.

 

Pertama pastikan bahwa semua aurat tertutupi dengan sempurna.Yang dimaksud sempurna adalah tidak hanya menutupi dikala kita berdiam namun juga saat kita melakukan aktifitas fisik yang membutuhkan banyak gerakan. Dalam hal ini, menggunakan hijab yang tidak ketat akan sangat membantu dalam berpakaian.

Kedua, kita harus merealisasikan hijab kita dalam perbuatan.Sangat tidak baik jika kita berpakaian yang menutup aurat tapi tidak dibarengi sikap dan perilaku terpuji.Seprti suka berteriak dan tertawa lebar.Hal ini dapat mengurangi nilai fitrah kita sebagai seorang muslimah sejati.

Ketiga adalah membiasakan diri untuk konsisten menutup aurat.Tidak di anjurkan menutup jilnab hanya dibeberapa kesempatan.Sering kita jumpai mahasiswa UMY yang hanya menggunakan jilbab dikampus saat kuliah saja, namun melepasnya setelah keluar kampus.

Keempat dan yang terakhir adalah kesabaran dalam menjalaninya. Mungkin berjilbab syar’I akan sedikit mengurangi ke-expresifan kita. Namun seiring berjalannya waktu, kita akan tetbiasa dengan semua kegerahan dan kerumitan itu.

Kesimpulan

Dengan berjilbab syar’i akan membantu kita dalam menemukan jati diri dan melewati kesusahan dalam ber Amar Makruf Nahi Munkar. Sebagai muslim sejati, marilah kita lakukan perubahan mulai dari hal yang kecil untuk memudahkan kita merubah kekurangan-kekurangan besar kita dimasa mendatang. Amin.

Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamualaikum Wr. Wb